3 Perbedaan Baby Blues dengan Depresi Postpartum

Anda tidak hanya perlu membaca tips parenting untuk segala kebutuhan pada masa kehamilan tetapi juga pasca persalinan. Penting untuk memiliki pengetahuan yang baik pada setiap fase agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Setelah persalinan ada dua hal yang berisiko terjadi yaitu baby blues dan depresi postpartum. Berikut penjabaran dari perbedaan keduanya.

  1. Gejala

Terjadinya baby blues memiliki gejala yaitu adanya perubahan emosi yang signifikan dengan mudahnya emosi, sedih, mudah tersinggung. Bahkan saat mengalami baby blues akan merasa stres yang terjadi karena kecemasan berlebihan. Gejala ini akan mengganggu Anda, hanya saja tidak berdampak hingga membuat kehilangan kemampuan untuk menjaga bayi.

Gejala Depresi Postpartum yaitu Anda akan kehilangan nafsu makan atau makan secara berlebihan dan mengalami jam tidur yang tidak beraturan. Anda juga akan merasakan kelelahan dan tidak berenergi sekalipun sudah beristirahat. Gejala ini akan berakibat pada keputusasaan dan kehilangan kemampuan untuk menjaga bayi serta bisa membuat Anda mengalami putus asa.

Kedua gangguan kondisi psikologis ini harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sehingga dapat mengontrol nafsu makannya. Kebutuhan gizi yang terpenuhi akan membuat produktivitas ASI tetap terjaga. Pastikan makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang higienis agar terhindar dari berbagai penyakit dan dalam jumlah yang tepat.

  1. Waktu Terjadi Gejala

Waktu munculnya gejala akan berbeda, baby blues akan muncul lebih cepat yaitu mulai dari hari ke 2 sampai 3 setelah melahirkan. Depresi postpartum gejala baru akan terjadi pada bulan   kedua atau ketiga setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi dipicu dengan permasalahan ekonomi atau masalah bersama pasangan yang berlangsung dalam waktu yang lama.

  1. Penyebab

Penyebab terjadinya baby blues karena adanya perubahan fisiologis yang dialami setelah melahirkan, dan juga disebabkan faktor psikologis. Depresi postpartum terjadi disebabkan secara penuh oleh faktor psikologis yang mendalam yang juga terjadi dengan adanya perubahan hormon.

Dilihat dari penyebabnya maka baby blues cenderung dapat mereda dengan sendirinya tanpa perlu menjalani konsultasi lanjutan. Depresi postpartum akan dapat sembuh atau teratasi jika mendapatkan penanganan dari psikiater dengan melakukan konsultasi. Bahkan pada depresi perlu diberikan atau mengonsumsi obat khusus antidepresan dalam beberapa waktu.

Dalam masalah baby blues dan depresi postpartum sama-sama membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Tujuannya agar mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. Lakukan relaksasi atau jalan-jalan agar kondisi mental dapat lebih tenang. Lakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan.

Berbagai masalah yang mengganggu psikologis ini dapat diatasi dengan memahami tips parenting dalam persiapan masa kehamilan. Anda perlu menyiapkan kemampuan finansial secara matang untuk memenuhi semua kebutuhan bayi nantinya. Persiapkan mental untuk semua kondisi yang akan terjadi selama masa kehamilan dan setelah masa persalinan terjadi.